Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2012

Ketika Dunia Tak Lagi Menganggapmu

Rasa yang kupunya sekarang, tak dapat kuungkapkan. Seolah-olah dunia lagi mengacuhkanku. Tak didengar dan tak dianggap. ohhhhh,,,begitu salahkah aku dihadapan dunia? Berusaha mencari dimana kesalahan dan penyebab dari semuanya. Ya, itulah yang dapat aku lakukan saat ini. Agar aku dapat sebisa mungkin instropeksi diri. Tapi, ketika aku tlah melakukannya, apakah dunia akan mengubah cara pandangnya untukku? atau malah sebaliknya??? aku tak mengerti. Serendah itukah aku dihadapan dunia, serendah itukah pandangan dunia terhadapku. Bukankah setiap orang pernah bersalah. Atau hanya aku saja yang tak bisa di anggap lagi.  Perasaan galau dan campur aduk saat ini, tak bisa lagi kuungkap lewat kata demi kata yang kugoreskan. Aku hanya ingin menangis. Memang, aku bukanlah yang terbaik dan yang sempurna. Mungkin aku takkan bisa sesempurna orang-orang disana. Aku berbeda dari yang orang punya. Hanya aku yang tau, kenapa dan bagaiamana aku. Ketika dunia masih menanggapi aku secara buruk, aku ...

Akupun Tak Mengerti

Pagi ini sangat membingungkan bagiQ, bahkan terasa sangat sangat membingungkan. Pekerjaan yang menumpuk dan tugas yang tak kunjung kelar, tak mampu Q menyelesaikannya. Aku muak liat tumpukan kertas itu, aku jenuh liat angka-angka yang tak kunjung selesai Q kerjakan. oh...aku butuh refresing, itu saja. Teringat akan kisah hidupQ. Terasa sangat sulit  buat Q pecahkan. Aku tak memahami bagaimana perasaan Q saat ini. Aku bingung, sekali lagi ini juga membingungkan aQ. Kisah yang tak berujung dan tak kunjung selesai. Aku rindu menemukan muara kisah itu, dimanakah? kapankah? cepatlah muara itu bertemu, sebelum aku lelah dan menyerah. Aku tak pernah ingin menyakiti, aku tak pernah ada niat untuk mempermainkan. Hanya saja aku belum memahami dan belum menemukan cara pemecahan masalahnya. Ini menyangkut perasaan, yang aku sendiripun tak memahaminya. Aku hanya butuh waktu, hanya butuh pemikiran yang jernih untuk memutuskan. Ini dilema hidupQ, yang mencekek leher hingga aku tak mampu berbua...

Kisah yang Beda

Ada sebongkah rindu di dadaku, setelah sekian lama tak ada kabar darimu. Kemudian bongkahan itu menyusut setelah kau datang dengan manisnya kepadaku. Raga yang terasa kering kembali mekar dan tumbuh seperti biasanya.Dan tak bisa kupungkiri, bahagia bisa bersamamu walaupun hanya dalam hitungan detik dan menit. Tersadar, bahwa aku sangat kehilanganmu saat itu. Sadar bahwa kau pergi dari hidupku, aku sangat buntu. Aku kehilangan semangat yang biasanya kau sirami setiap saat, hingga dia tumbuh mekar di jiwaku. Tapi sejak kau pergi, aku tak menemukan penyiram yang hebat dan handal sepertimu.  Kau berbeda, sangat berbeda dari manusia-manusia yang ku kenal. Kau mengerti aku dan aku mengerti kamu. Tapi yach, takdirlah yang tak ingin kesatuan itu terjadi. Mungkin saja, takdir iri dengan kisah kita. Mungkin saja jarak itu cemburu dengan hubungan kita. Sangat berbeda, bahkan berbeda dari yang orang-orang kira.

Slalu ada Untukmu

Sekian hari aku merenungkan perubahanmu. Barulah ku temukan sebuah jawaban yang sangat menyakitkan. Aku tak menyalahkanmu sedikitpun tak pernah. Aku slalu memberikan kebebasan untukmu,menentukan hidup dan kebahagianmu. Biarlah...aku rela. Kalau seandainya inilah jalan dan jawaban dari kisah kita. Aku takkan sanggup bila harus menentang arus jika bersamamu. Pergilah,,,pergilahhh,,,aku akan coba mengiklaskanmu. Tak mungkin selamanya kita harus begini. Tak mungkin kita menjalani hal yang tak pasti. Carilah kebahagianmu. Aku disini, selalu mendoakan kebahgianmu. Jika suatu saat kau merindukanQ, berwudhulah dan bersujudlah dihadapanNya. Doakan aku, doakan tentang kebahagiaan kita. Mungkin, dengan doalah cara kita saling memeluk dari jauh. Tapi satu hal yang harus kau ingat, aku slalu ada untukmu. Jika kau telah lelah bertahan dengan keadanmu, ingatlah, pernah ada aku bersamamu. Jika kau telah letih akan semuanya, ingatlah slau ada doaku sebagai penyemangatmu. Selamat berbahagia ^^.