Postingan

“Anak Gembala yang Tumbuh Jadi Perempuan Kuat”

Gambar
Di antara embun pagi dan kabut di ladang, seorang anak kecil berjalan tanpa lelah, di tangannya seikat rumput kering untuk ternak, di hatinya tersimpan mimpi yang tak kalah megah. Ia gembala kambing di bawah mentari, penjaga bebek di tepian kali, kadang pedagang kecil di pinggir jalan sepi, kadang pencari daun pakan, sambil menghafal pelajaran di hati. Tangannya kasar, tapi hatinya lembut, langkahnya kecil, tapi tekadnya teguh, setiap keringat yang jatuh di tanah yang kering, menyuburkan mimpi yang tak pernah ia biarkan hilang. Ketika teman-teman bermain riang, ia menatap buku dengan lampu redup di malam panjang, karena ia tahu, ilmu adalah jalan terang, yang kelak menuntunnya keluar dari segala kekurangan. Kini, ia berdiri tegak di hadapan dunia, bukan lagi anak gembala, bukan lagi penjual sederhana, tapi perempuan mandiri, berhati baja, yang ditempa oleh masa kecil penuh kerja dan doa. Ia tersenyum pada masa lalu yang keras, karena di sanalah ia belajar arti teg...

“Ketika Kepercayaan Jadi Luka”

Dulu aku percaya, bahwa tidak semua orang datang untuk melukai. Aku percaya, ada orang yang bisa jadi rumah, tempat berbagi cerita, tempat menaruh lelah tanpa takut dihakimi. Dan aku menganggap dia seperti saudara sendiri. Kami tertawa, saling membantu, berbagi rahasia kecil tentang hidup, tentang luka, tentang orang-orang yang pernah mengecewakan kami. Aku pikir, kami berjalan di arah yang sama, saling memahami. Tapi ternyata, tidak semua orang bisa menafsirkan ketulusan dengan cara yang benar. Semakin lama, aku mulai mendengar bisikan-bisikan aneh dari sekitar, kalimat yang pernah keluar dari mulutku, tapi bukan aku yang mengucapkannya lagi. Cerita yang dulu kuberikan dengan jujur, kini jadi bahan nyinyiran. Sikapku, yang dulu dianggap baik, kini disebut “sok benar”. Tawaku, yang dulu mereka bilang tulus, kini katanya “berlebihan”. Dan yang paling menyakitkan, dia... dia malah bertingkah seolah akulah yang salah. Seolah aku yang menuduh tanpa dasar, seolah aku yang merusak hub...

MENIKAH ITU....

Gambar
💕  Menikah itu bukan tentang siapa Cepat dia dapat. Bukan tentang gengsi takut di bilang tidak laku, Bukan karna kebelet ingin cepat menyalurkan nafsu. Menikah itu jika kau sudah mampu. Mampu menerima pasanganmu apa adanya. Tak hanya dalam bentuk fisik yg nantinya berubah renta, Tapi tentang perasaan yg nantinya kau jamin, akan sama seperti janji saat akad tiba. Menikah itu,  Harus siap ketika kau menemukan suatu kelebihan pasanganmu, dan seribu kekurangannya,  Bersyukur dg yang ada padanya,  Dan memeluk erat semua kekurangannya, seraya memperbaiki tanpa menuntut lebih. Menikah itu bukan hanya janji sehari,  Tetapi janji hati setia sampai mati,  Menikah itu,berarti kau sudah harus siap tak melirik apapun lagi. Karena di luar sana, saat itu atau nanti, pelan tapi pasti, akan banyak orang orang tak tahu diri, yang menginginkan kau meninggalkannya, dengan segala bentuk godaan atas kelebihan yang tak kau temukan di pasanganmu. Menikah itu, ketika kau harus sia...

Sudah Bisa Senyum dari Cerita 10 sampai 15 Tahun

Gambar
 Hellow sahabat blogger...ketemu lagi yach, setelah sekian lama fakum dari dunia tulis menulis.  Tulisan ini muncul, karena secara tidak senagaja membaca cerita-cerita hidup pada 10 sampai15 tahun yang lalu, dan saat ini sudah bisa akau komentari kalau itu sangat lebay dan berisik banget woii..hahahaha😊😊 Hidupku sekarang, Alhmdulillah sudah sangat bahagia. Ketakutan, tangis dan kecemasan dimasa lampau itu ternyata bisa dibilang sebagai hayalan buruk pada masa bocah, dan ternyata aku sudah jauh berada didepan dari fase itu.  Punya suami pengertian yang sayangnya luar biasa pada keluargaku dan punya dua gadis kecil yang sangat lucu dengan karakter masing-masing, membuat hari-hariku sudah dipenuhi oleh macam warna kehidupan yang indah. Dan aku selalu bersyukur akan itu. Alhamdulillah

Masa Kecilku yang begitu menakjubkan

 Kembali lagi mengingat kenangan masa kecil yang begitu menakjubkan.  Ini sekaitan dengan curcol dengan sistaku beberapa hari yang lalu. yook flash back masa lalu.... Hidup aku dan keluarga sangatlah sederhana, dengan Bapak yang bekerja sebagai abdi negara dengan pangkat yang rendah dan berpenghasilan pas-pasan bahkan cendrung diakali untuk menutupi kebutuhan 8 orang anggota keluarga yang terdiri dari Bapak, Ibu dan enam Saudara.  Nah, aku dan sista sebagai anak tengah yang masih duduk di bangku SD adalah anak-anak perempuan, yang bisa dibilang tangguh kalau diliat dr versi jaman sekarang. Kenapa?? yookk ikuti... Aku dan Kakak perempuan di atasku, selisih umur sekitar 3 tahun. anggap aja, ini ceritaku ketika berumur 7 tahun dan sistaku berumur 10 tahun. Disaat anak-anak seusia kami sibuk dengan berbagai macam rengekan dan permainan, maka kami sangatlah berbeda, karena diberi tanggung jawab yang cukup besar. Kami bangun sekitar jam lima (tidak pake acara dibangunkan), kare...

Tulus

Sebuah kata sederhana yang memiliki makna dalam. Bahkan sangat dalamnya, jarang banget ditemukan orang-orang yang berkepribadian tulus itu. Semuanya ujuk-ujuk ada maksud dan tujuan sendiri. Dunia sudah semakin tua, orang tuluspun cendrung sudah tidak ada. Sangat miris memang, ketika kita selalu menemui orang-orang pamrih yang serakah, bahkan cendrung maruk. Kuat kuat kuatlah,,,,,jangan sampai terpengaruh oleh orang orang macam begini. Amiin

Cerita di Penghujung 2017

Gambar
Terlalu banyak kisah yang aku alami di Tahun 2017 ini. Mulai dari sedih, sangat sedih, terpuruk, bahagia, haru bahkan sangat bahagia.  Bermula dari Bapak yang sakit-sakittan yang kami semuanya tak tega lagi melihat beliau merintih kesakitan. Bahkan untuk mengangkat beliau ke rumah sakit saja, kami sudah tak tega lagi karena mendengar ringisan beliau ketika tangan tangan kami bersentuhan dengan kulit beliau sampai pada akhirnya kami harus benar2 ikhlas melepaskan beliau pergi untuk selamanya ke alam Baka sana (Innalillahi Wainnalillahi Raji'un) dan menyisakan luka yang sangat dalam bagi kami bahkan hingga detik ini. Tak lama setelah itu adik sepupu kami juga meninggal dengan kondisi naas karena menjadi korban tabrak lari dan yang satunya lagi harus dirawat berulang ulang ke Rumah sakit. Sama seperti kepergian Bapak, meninggalnya adik sepupu ini masih meninggalkan luka yang amat dalam  dan bahkan kami belum percaya kalau dia sudah tak ada lagi di dunia.  Di...