Kisah yang Beda
Ada sebongkah rindu di dadaku, setelah sekian lama tak ada kabar darimu. Kemudian bongkahan itu menyusut setelah kau datang dengan manisnya kepadaku. Raga yang terasa kering kembali mekar dan tumbuh seperti biasanya.Dan tak bisa kupungkiri, bahagia bisa bersamamu walaupun hanya dalam hitungan detik dan menit.
Tersadar, bahwa aku sangat kehilanganmu saat itu. Sadar bahwa kau pergi dari hidupku, aku sangat buntu. Aku kehilangan semangat yang biasanya kau sirami setiap saat, hingga dia tumbuh mekar di jiwaku. Tapi sejak kau pergi, aku tak menemukan penyiram yang hebat dan handal sepertimu.
Kau berbeda, sangat berbeda dari manusia-manusia yang ku kenal. Kau mengerti aku dan aku mengerti kamu. Tapi yach, takdirlah yang tak ingin kesatuan itu terjadi. Mungkin saja, takdir iri dengan kisah kita. Mungkin saja jarak itu cemburu dengan hubungan kita. Sangat berbeda, bahkan berbeda dari yang orang-orang kira.
Komentar
Posting Komentar