Hari-HariQ

Kembali lagi aku menghampiri blog, setelah sekian lama berkutat dengan kesibukan-kesibukan rutin yang membuat panik, linglung, stres apalagi perasaan capek (so...pastiii).Terlalu banyak cerita yang ingin aku ungkap tentang siapa, bagaimana dan kenapa aku selama ini melewati hari. yach, beginilah kira2 apa yang telah aku alami sampai detik ini.

Hari-hari yang dilewati dengan rutinitas, masa lalu yang bikin sakit bahkan masa-masa yang baru aku alami, seolah mendobrak aku untuk segera bangkit dan mengambil suatu keputusan.Ya...keputusan tentang aku dan masa depanku serta akan jadi seperti apa aku nantinya. Tapi semua datang bertubi, masalah demi masalah datang satu persatu dengan berganda. Aku capek, jiwaku letih mengahadapinya. Sampai-sampai aku merasa tak sanggup memikul masalah sendiri. Aku butuh tempat mengadu, ya tempat aku berkeluh kesah tempat aku menangis berlarut-larut sampai-sampai mata bengkak. Ya...Dialah. Dialah tempat aku mengadu, PadaNyalah tempat aku meraung mengingat segala salah dan dosa. Hanya Allah SWT pendamai dari segala kedamaian di dunia ini. Karena petunjuk dari Nyalah, aku masih mampu detik ini bernafas dan hidup seperti sediakala. Syukur aku padaMU Tuhan.

Aku manusia biasa, yang juga inginkan kebahagiaan. Kebahagiaan yang seharusnya hari ini telah kumiliki telah berpaling arah menjadi rasa sakit yang harus aku tempuh sampai nanti. Dan tidak tau, sampai kapan ini akan aku rasakan. Sakitkah?? Pedihkah?? ya !!! sangat sakit dan pedih tentang apa yang aku rasa. Tapi, cukup aku yang tau, bagaimana dan seberapa sakitnya. 

Bertahun-tahun melukis kisah di kertas putih yang kugoreskan dengan tinta, dan pada akhirnya, kertas itu harus tertumpah oleh darah merah yang sangat merekah. Kotorlah kertas dan hancurlah semua tulisan-tulisan yang telah kugoreskan didalamnya. Aku tak mampu lagi mengembalikan kertas putih itu, aku tak sanggup lagi mengembalikannya seperti yang aku angankan dalam aksara indah kehidupanku. Tapi yang bisa kulakukan, hanya menatap kertas berdarah dan terenyum simpul menyaksikan kegagalan. Sakitkah?? Iaa, bahkan sangat sakit rasanya ketika nilai ujian anjlok se anjlok-anjloknya.

Aku pengen bangkit dari rasa itu. Aku pengen mengembalikan hariku yang dulu menahun melukis angan. Akan seperti apa akau bangkit dan sama siapa? Wallahualam, hanya Allah SWT yang tau.

Aku hanya mampu berdoa, bahagialah kau disana hay penggores kisahQ. Sambutlah bahagiamu dengan pemenang hatimu. akan aku jadikan kau sebagai kertas putih berserakan darah di cerita hidupku. Hanya itu yang mampu aku lakukan. Karena aku masih tak tau, sampai kapan aku akan mampu menyelesaikan semuanya.
Tak pernah terbesit dihatiQ sedikitpun sesal, tak pernah terlintas diotakQ menghalangi kebahagiaan anganmu. Hanya saja,terlalu cepat semuanya berlalu. :)








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekilas balik tentang KaJAI

Muak!!

Cerita di Penghujung 2017