Ternyata, Cinta Sejati Itu Ada

Bingung dengan tulisan-tulisan formal yang akan aku tuangkan dalam tesis, beralih jadi cerita cinta anak muda yang dilanda galau,,,wkwkwkwk (iokah?????)

Banyak yang percaya bahwa cinta sejati itu ada dan nyata,,,begitupula yang tidak mengakui, kalao cinta sejati manusia hanya cerita film-film yang ada di FTV. Dan siang ini, aku akan coba mengungkap kisah seseorang dalam blog kesayanganku, yang tak jarang pula terlupakan karena kesibukan dan rutinitas sebagai seorang pekerja pemerintah dan anak didik di salah satu Universitas.

Bukti akan ungkapan aku  tentang "Cinta Sejati Benar-Benar Ada"...yaitu tentang kisah seorang sahabat. cekidotttttt. Semoga bisa diambil makna dari ungkapan cerita yang sederhana ini.

Masih dalam hitungan tahun ini seorang sahabat putus dengan cowoknya, karena ketidakcocokan satu sama lain setelah lebih kurang lima tahun menjalani hubungan. Semua ketidak cocokan dan tarik ulur dalam hubungan berakhir pada tahun ini. Sangat disayangkan memang, tapi apa boleh buat. Berakhir adalah jalan yang terbaik, begitulah ungkapan sahabat.

Menjalani hari dengan penuh kegalauan dan tanpa semangat, membuat hidup mereka benar-benar berubah menjadi suram. Datanglah seorang perempuan lain yang bersedia membantu bangkit dari kesedihan sang cowok. Sang cowok menerima dan mulai perlahan menata hati buat bangkit, walau masih dalam keadaan tertatih. Sebulan, Dua Bulan dan Tiga Bulan. Yachhh, disanalah puncaknya terjadi. Sang cowok memutuskan untuk bertunangan dengan perempuan lain, walaupun masih dengan perasaan yang tak menentu terhadap sahabat. Petunangan berlangsung dan tanggal penikahan telah ditetapkan untuk beberapa bulan kemudian. 

Sang cowok tak sedikitpun kasih kabar ke sahabat, kalau dia akan melangsungkan pertunangan. Karena, terpuruk dengan berakhirnya hubungan mereka, membuat dua insan ini menjaga jarak hubungan, walaupun masih tetap berkomonikasi sekadarnya. Dan tak pernah sedikitpun ada ungkapan kalo sicowok akan bertunangan. Sang sahabat awalnya tak percaya dengan apa yang dia lihat dan apa  yang didengar, kalo sang cowok melangsungkan pertunangan.

Ia, malam itu adalah malam kehancuran bagi sang sahabat. Hidup begitu berat dengan berita pertunangan sicowok. Berkali-kali di telfon, sang cowok tak menanggapi. Tapi berita pertunangan itu, masih saja bertubi-tubi datang ke sahabat. Dunia terasa berputar, gelap, gelap dan gelap,,,hingga pagi datangpun sahabat tak sadarkan diri. Ia, sangat terpukul bahkan sangat berat dari rasa yang pernah ia tahu. Ia, disanalah awal mula kehancuran rasa yang sahabat punya.

Beberapa hari sehabis pertunangan, si cowok pergi ke negeri seberang untuk mencari nafkah. Ia meninggalkan tunangan yang jauh dari mata. Dan, seolah-olah, dia telah melupakan sahabat yang sedang terluka. Ia, dia tak mengetaui kalao seseorang udah hancur karenanya. Atau pura-pura tidak tahu??? entahlah.

Hari berlanjut, sang sahabat memulai hari dengan kepingan2 hati yang masih berserakan dan entah kapan akan bisa dia  kumpulkan kepingan demi kepingan berdarah itu. Tak ada yang bisa betul2 merasakan, apa dan bagaimana perasaan dia saat itu. Ada perasaan ingin mengakhiri hidup, tapi sang sahabat tetap ingat, ada Tuhan yang selalu bersama dan sayang ke dia. Niat setan itupun dikubur sedalam dalamnya. Sang sahabat mulai bangkit sedikit demi sedikit dengan rasa sakit yang ada. Mengadu dan terisak pada Sang Khalik, itulah yang selalu dia lakukakan.

Berminggu-minggu sang cowok tak pernah mengasih kabar apapun kepada sahabat. Seakan-akan sicowok merasa, tak pernah ada kejadian diantara mereka. Sedangkan sahabat, tetap dapat melihat perkembangan sicowok lewat situs-situs sosial. Pernah, sahabat penegn menghilang dari hidup sicowok, dengan mengabaikan semua status sosial yang ada, tapi kenyataan berkehendak lain. Kalau hal itu, masih dibutuhkan buat mereka berdua. 

Sampailah saatnya, entah siapa yang memulai duluan, percakapan di media sosial terjadi. Dan sahabat mengungkapkan apa yang dia rasa, begitupula dengan sicowok, hanya maaf yang mampu dia ucapkan. Hmmmm, kalau dipikir-pikir, apa semua terbayarkan dengan sebuah maaf??? entahlah. hanya sahabat yang dapat rasakan.

Berbulan-bulan, mencoba menegarkan hati dan menguatkan bathin menjalani hari, sang sahabatpun berkali kali jatuh sakit. entah apa aja nama penyakit yang ia punya. Tiba-tiba sang cowok nelffon, seperti tidak terjadi apa-apa lagi, sang cowok, berusaha memberi semangat buat kesembuhan saang sahabat.tapi hal yang ia lakukan, hanyalah sebatas rasa sakit yang ia goreskan. 

Akhirnya, sicowokpun berusaha menghilang dari berbagai media sosial yang ada agar sahabat mampu bangkit menata hati. Pelan, perlahan, sicowok menyesali apa yang telah ia perbuat. Dia baru menyadari, kalau hal yang ia lakukan telah menggoreskan luka dalam bagi sahabat. Yach luka yang amat dalam. Tibalah saatnya sicowok meminta pertemuan untuk terkahir kali sebelum ia melangsungkan pernikahan. Sahabatpun menolak keinginan cowok, mengaku bahagia dengan seseorang yang telah mengisi relung lapuk hatinya selama tersakiti. Ia, pengakuan yang sebenarnya masih dirasa palsu. Tapi semua ia lakukan, agar sicowok tak  menggagalkan rencana pernikahan. Karena sahabat tau, sejauh mana rasa yang masih mereka punya. Dan kenekatan apa yang akan mereka perbuat setelah pertemuan itu. 

Cukup sahabat yang tau, kenapa dia menolak permintaan sicowok yang padahal sangat ia inginkan juga. Mulailah penyesalan datang bertubi tubi dari sicowok dan permintaan maaf yang beruntun. Tapi sahabat berusaha tegar, berpura-pura ia sanggup menanggng semua kisah itu, padahal ia sangat hancur sehancurnya. 

Sampai kapanpun, perasaan mereka adalah sama, yaitu sama-sama cinta dan sama-sama sayang. Tapi yach, takdirlah yang tak mengingkan mereka bersatu di dunia, semoga kelak diakhirat, mereka dapat merajut cinta dan asmara yang tak sempat ia nikmati di dunia. Sekarang yang ada, menjalani hari tanpa hati. Yach itulahh, karena nasi sudah jadi bubur. Hal yang ia lakukan pada tunangan tidaklah seistimewa yang pernah ia lakukan untuk sahabat. Karena cinta sicowok hanya buat sahabat bukan buat tunangan. tapi karena rasa sakit yang ia punya  karena tidak bisa bersatu dengan sahabat, ia gegabah untuk memutuskan suatu hal besar. Yang ada, penyesalan, rasa sakit dan entah rasa hancur apa lagi  yang ia punya.

Sementara sahabat, sudah mulai bangkit dengan cerita barunya, tapi sicowok, masih saja hidup dengan penyesalan.

humsss, cukup sekian guysss...cerita cinta sejati dua sahabat kita. semga dapat diambil manfaat dan faedahnya. Karena keputusan yang kecil, bisa berdampak besar bahkan berdampak selamanya. ^^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekilas balik tentang KaJAI

Muak!!

Cerita di Penghujung 2017