TerimakasihQ yang belum terucap

Buat kamu yang telah mengisi hari-hariku. 

Mungkin tak sempat lagi sebuah kata maaf kuucap untuk kekhilafan dan kealfaanku dalam bersikap, buat sebuah ungkapan terimakasih yang tak pernah mampu lagi kusampaikan. Aku tau, terlalu banyak hal yang membuat ini semua terjadi, tapi percayalah ini yang terbaik, buat aku, kamu dan kita.

Kecewa??? pasti!!! tak hanya kamu, akupun juga demikian. Mengakhiri kisah indah tanpa ada persoalan yang datang dari kita, hanya saja takdir berkehendak, kalau kita harus terpisah. Hidup itu tak cuman masalah kita cocok atau tidak, kita nyaman atau tidak bahkan kita baik atau tidak, tapi sebuah hidup juga membutuhkan suatu hal yang sangat penting, yaitu sebuah RENCANA. 

Persamaan rasa saja, belum mampu menjadi sebuah pondasi yang kokoh buat masa depan. Tapi sebuah Rencana, adalah merupakan arah  jalan yang harus kita tempuh menuju ambang garis. Sebuah rencana yang tak pernah sama, persepsi yang sangat berbeda bahkan prinsip hidup yang tak pernah menyatu merupakan ambang kehancuran buat takdir kita menyatu.

Hidup tak hanya butuh kata "mau" tapi hidup juga butuh kata "siap". Akan kemana, akan seperti apa, kita yang mengusahakan dan kita yang menjalani, tapi Tuhan yang menentukan. 

Aku bangga padamu, bahkan teramat bangga. Kehadiranmu, yang selalu memberi warna dalam hidupku. Tapi, kebanggaan aku saja terhadapmu tidak cukup untuk menyeimbangkan sebuah logika yang harus terjadi. 

Untuk hari ini, dan entah sampai hari kapan, aku masih menunggumu untuk ucapan terimakasihku. Terimakasih atas kebaikanmu, terimakasih buat segala yang telah kau berikan dan terimakasih buat pengorbananmu. Aku berharap, kamu ikhlas. Ikhlas melepaskan aku dan ikhlas menjalani hari baru tanpa aku. Maafkan.


*^* DP *^*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekilas balik tentang KaJAI

Muak!!

Cerita di Penghujung 2017