Saat Mulut Hanya Bisa Bungkam

Tak ada yang abadi!!!
yaps..itulah sepenggal kalimat yang mampu aku tuliskan. Apapun itu janji-janji yang pernah didengar, yang pernah diterima, bahkan orang-orang yang pernah ada yang menjanjikan segala hal kebersamaan, cinta, sayang dan ntah hal bulshit apalagi...semuanya akan kandas seiiring berjalannya waktu.

Kembali aku merasa benar-benar berada di garis 0 (nol), menapaki satu persatu lintasan yang berliku, dan sungguh aku merasa capek dengan janjian dunia ini. Capek, bahkan muakpun telah bersarang di rongga otak dan hati.

Arghhttt...pengen membuang semua ingatan lalu, pengen melupakan semuanya bahkan segalanya...karna aku terlalu naif menilai selama ini, yang sebenarnya hanyalah bayangan kosong yang entah kapan akan bisa di sentuh.

Kecewa?? jelas, aku sangat kecewa dengan keadaan, tak ada lagi yang mampu aku jelaskan tentang kekecewaan ini, hanya sedih dan air mata berkepanjangan. 

Ntahlah,,,terlalu banyak mengurai, terlalu banyak hal yang acapkali membuat yang lain bergidik ngeri. Aku tak percaya lagi, apapun itu, janjian dan perkataan manis hanyalah lipstik pemanis bibir. Itu saja. Selebihnya bulshit.

Kenapa, kenapa dan banyak kenapa lainnya yang masih bersarang. Tak adil  memang ketika kita berusaha membuat orang lain merasa berharga, sementara kita tak pernah dihargai. Ketika orang lain mampu bertanya pendapat, sementara kita tak dipedulikan.  Dan kenapa aku hanya ditakdirkan untuk "menjaga" sementara aku tak pernah merasakan itu ada untukku. 

Mungkinkah aku hanya diciptakan untuk mengantar penumpang ke pelabuhan, dan ketika dia sudah mulai bersiar, akupun di lupakan??? entahlah.

Mungkin sudah sebaiknya, aku seperti biasa dan belajar sendiri apa-apa hal kehidupan yang tak ku mengerti tentang sebuah kepicikan. Aku lelah, aku mau pergi bahkan ke suatu tempat yang aku sendiri tak akan mengerti.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekilas balik tentang KaJAI

Muak!!

Cerita di Penghujung 2017