Masa Kecilku yang begitu menakjubkan
Kembali lagi mengingat kenangan masa kecil yang begitu menakjubkan. Ini sekaitan dengan curcol dengan sistaku beberapa hari yang lalu. yook flash back masa lalu....
Hidup aku dan keluarga sangatlah sederhana, dengan Bapak yang bekerja sebagai abdi negara dengan pangkat yang rendah dan berpenghasilan pas-pasan bahkan cendrung diakali untuk menutupi kebutuhan 8 orang anggota keluarga yang terdiri dari Bapak, Ibu dan enam Saudara.
Nah, aku dan sista sebagai anak tengah yang masih duduk di bangku SD adalah anak-anak perempuan, yang bisa dibilang tangguh kalau diliat dr versi jaman sekarang. Kenapa?? yookk ikuti...
Aku dan Kakak perempuan di atasku, selisih umur sekitar 3 tahun. anggap aja, ini ceritaku ketika berumur 7 tahun dan sistaku berumur 10 tahun. Disaat anak-anak seusia kami sibuk dengan berbagai macam rengekan dan permainan, maka kami sangatlah berbeda, karena diberi tanggung jawab yang cukup besar.
Kami bangun sekitar jam lima (tidak pake acara dibangunkan), karena dah terbiasa bangun sendiri, kemudian kami ke kandang bebek untuk memungut telur-telurnya. Karena, posisi kandang yang rendah atau pendek, hanya kami yang bisa melakukannya. hehehe
Setelah memungut telur bebek, kami harus segera mandi, agar tidak telat untuk kegiatan dan tanggung jawab selanjutnya. Apa itu?? setelah selesai mandi dan menggunakan seragam, kami harus mengantar jualan (kue rebus/mangkuak) ke daerah seberang dengan berjalan kaki melewati parit atau selokan yang amat panjang yang berada di tengah sawah. Sepanjang jalan, ada perasaan jengkel, jika jualan kami dibeli orang, karena akan memperlambat waktu dan bisa-bisa menyebkan terlambat ke sekolah. Karena tujuan utamaku itu, adalah menganantar ke warung paman yang berada di wilayah sebelah, namun jika ada yang beli, tetap diberikan, walaupun serba cepat-cepat. hehehe
Setelah jualan diantar, kami harus berlarian lagi melewati jalan semula untuk kembali ke rumah, mengambil peralatan sekolah dan dilanjutkan jalan kaki ke sekolah. Tanpa sarapan kami berjalan dengan riang gembira ke sekolah, ehh,,,aku dan kakakku kebetulan beda sekolah dan arah. Jadi aku berangkat sekolah, kadang sendiri, kadang ada teman atau kakak kelas yang bisa diajak barengan jalan kaki.
Kami lewati sekolah dengan bahagia, kadang tanpa uang jajan apalagi uang transportasi. Tapi kami tetap semangat, walaupun tanpa jajan dan sarapan, kami tetap melewati sekolah dengan baik, bahkan sebagai pemuncak di kelas. Lonceng sekolahpun berbunyi, tepatnya jam 11 ketika aku masih kelas 1 sd, dilanjutkan jalan kaki lagi pulang sekolah sambil lari-larian dengan teman-teman seusia. Akhirnya sampai d rumah sekitar setengah 12, dilanjutkan ganti baju, makan siang dan sholat. Bertepatan dengan kakakku yang pulang sekolah juga, kebetulan jarak sekolahnya lebih dekat dari rumah. Makan tidak bisa santai-santai lah ya, harus serba cepat dan buru-buru karena kami harus mengeluarkan kambing dari kandang untuk digembalakan. (Ingat lagu tasya,,,hahahaa)
Berdua bersama sista, pergi gembala, dan masing-masing kami membawa dua sampai tiga ekor kambing. panas terik, hujan rintik tetap kami lalui asalkan kambing kenyang dan sehat. Dan kami akan pulang sore bahkan tak ayal, kelewat sore. Kembali lagi pulang buru-buru, masukkan kambing lagi ke kandang. Apakah tugas usai? belum kawan, masih ada tugas lain menanti. Yaitu mencari makan bebek berupa daun keladi dan keong emas. kembali ke sawah dan kelumpur mencarinya sampai dirasa cukup. Sampai rumah, diolah dulu sebelum diberikan ke bebek, setelah itu, baru boleh kembali ke rumah untuk mandi, makan, sholat dan siap-siap pergi mengaji.
Jarak rumah ke tempat mengaji, lumayan jauh yaitu dekat dengan sekolahku...hehehe. Tapi tetap kami lakukan dengan semangat dan riang gembira. Mengaji sampai pukul 21.00 Wib, kemudian pulang ke rumah. Kapan belajar?? hehehe, nanti ketika dini hari.
Sepertiga malam, sekitar pukul 01.00 aku terbangun untuk buat PR dan belajar sampai jam 03.00. kemudian tidur lagi dan terbangun lagi pukul 05.00 Wib untuk melaksanakan tugas rutin seperti biasa.
Gimana kawan? apakah kami sudah bisa dibilang anak kuat dan hebat? hehehe, semoga pengalaman masa kecil ini, sebagai modal awal kami menajlani kehidupan selanjutnya tanpa mengenal kata manja dan rengekan.
Komentar
Posting Komentar