Aku Mengerti, Percayalah...

Bukan aku yang berkeinginan untuk marah dan memusuhimu, hanya saja, sebuah cerita yang kau dongengkan untukku sekarang serasa cerita misteri yang sangat aku takuti. Aku tau, ini akan terjadi, cepat, lambat bahkan tak terdeteksi sekalipun...aku tau...namun masih saja aku belum siap menghadapi kenyataan, kalo peran utama cerita itu adalah aku dan kamu yang bercerita tentang misteri yang sangat ditakuti. Ya,,,misteri kegagalan aku dan kamu menuju sebuah kata impian.

Tak ada niat untuk dendam dan marah padamu. Cukup kamu pahami aku dan  tentang kondisi yang kini ada. Tak usah banyak tuntutan dan tak usah ribuan rentetan maaf untuk ku,,,Percayalah, aku mengerti.

Kini, aku punya cerita baru yang sebentar lagi akan aku kabarkan padamu, dia bahkan pada dunia sekalipun. Kamu tenang aja dengan singgasana yang kau tempati hari ini.Hiasilah hidupmu, rangkailah bahagiamu, karena sebentar lagi aku akan memberikanmu berita yang entah akan menyakitimu atau akan membahagiakanmu.

Aku percaya, kamu mampu  mengukir cerita  seperti yang telah kau lakukan sebelumnya untukku. Dan hari ini akupun yakin, kamu juga mampu mengikhlaskan kebahagianku. Mari kita petik buah bahagia yang berpupuk ikhlas yang pernah kau ajarakan dulu padaku untuk menananam dan merawatnya. Sudah saatnya kita petik panen kebahagiaan itu. Walaupun berada di tempat yang berbeda, tapi percayalah, rasanya sama-sama manis dan segar ^^

Satu lagi pesanku untukmu, rawatlah tanamanmu sebagaimana dulu kau menyiraminya dengan berbagai air segar dan pupuk yang berkualitas tinggi. Akupun disini melakukannya bukan untukmu, tapi untuk aku dan masa depanku.Salam bahagia unuk masa depan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekilas balik tentang KaJAI

Muak!!

Cerita di Penghujung 2017