Seninku
Kecewa??? tentu saja!!!
Menjadi seorang Abdi negara yang berusaha sedikit demi sedikit menegakkan aturan yang sebenarnya tak bisa lagi diganggu gugat, tapi cara itu tetap saja ditentang oleh oknum oknum yang pengen bekerja seenak jidatnya.Seninku...hancur sudah karna oknum itu.
Sedikit bercerita tentang mengapa hal itu terjadi.
Kamis, tepatnya tanggal 19 September 2013 pukul 10.00 s/d 12.00 WIB, di kantor tempat aku bekerja, diadakan briefing staf dadakan. Dikarenakan, telah banyaknya personil disini yang melanggar aturan baik yang bersifat internal maupun eksternal. Hal inilah yang membuat aku jenuh dengan situasi yang jauh dari kata kondusif. Satu bulan Dua bulan sejak kepulangan aku mengikuti Diklat, aku cuman memperhatikan saja tindakan yang tak sesuai ini. Aku pengen memberikan kesempatan kepada mereka untuk dapat berubah dan berasal dari hati mereka tanpa paksaan. Tapi apa??? perubahan ke arah lebih baik, tinggal mimpi semata. Hal itulah yang membuat aku pengen mengubah sedikit cara yang sangat melenceng itu. Dalam briefing, semua pendapat staf diminta, sebelum memutuskan untuk suatu keputusan yang akan ditetapkan secara bersama. Semua bilang setuju tanpa sanggahan yang berarti. Tapi apa dikata, setelah rapat, ada beberapa "oknum" yang berkeberatan dengan aturan baru tersebut. Sampai-sampai, sudah dua hari ini tidak masuk kantor tanpa kabar berita.
hmmmm
Apakah namanya ini??? kenapa tidak memberikan sanggahan atau keberatan disaat biefing?? kenapa berontak hanya berani setelah briefing selesai??? seperti itukah mental abdi negara sekarang? seperti itukah sifat gentle seseorang yang dikatakan "berpendidikan" Padahal masih banyak ribuan orang diluar sana yang bermimpi mampu menjadi kita sang abdi negara.
Kecewa bahkan sangat kecewa dengan apa yang terjadi di lingkungan kantor kecil ini. Tak bisakah, aturan ditegakkan?? Tak bisakah disiplin diterapkan. Entahlah...
Seninku...hancur dengan berbagai kekecewaan ini.
Komentar
Posting Komentar