Seperempat abad itu......Aku
Aku...tiga huruf yang bermakna diri sendiri. Dengan berbagai macam problematika hidup. Dengan berbagai suka,duka,riang,gembira dan kesedihan serta lika liku yang harus ku jalani. Entah apalah yang aku bikin dengan kondisi otak yang mumet dan semberaut gini. Ah sudahlah...yang penting sedikit tulisan akan mengurangi beban pada otakku yang rasanya sudah mau membludak..arghhttt
Nama Yenna Muriaty, Umur 25 Tahun dengan keinginan dan cita-cita yang masih setinggi langit. Mengapa?? karena manusia manapun yang normal pasti akan memiliki keinginan-keinginan baik yang rasanya mungkin ataupun tidak. Tapi...yang penting tetap merajut mimpi setinggi bintang...hahhaahha ngaco yaaaaaa
Bagaimanapun, aku tetap bangga pada diri sendiri. tetap bersyukur dengan hidup yang aku jalani sekarang. Mengapa??? Karena jika dibandingkan dengan anak-anak cewek seumuranku... mungkin dia masih menampung tangan pada orang tua untuk meminta uang, tapi aku?? Alhamdulillah, telah bisa berpenghasilan sendiri dengan status PNS yang telah kusandang sejak tahun 2007.
Berbicara tentang aku, dengan umur yang dibilang sudah tidak remaja lagi, kegalauan muncul. Kegalauan yang selama ini tidak pernah ada dalam hidupku. Kegalauan yang sudah menjadikan aku berpikir ulang, Apakah aku sudah terlalu tua??? huaaaa...air matapun tak sadar telah meleleh. Cengengkah?? tidak...ababilkah??? sangat tidak. tapi air mata yang sudah menyadarkan aku tentang usia ini. Usia yang seharusnya telah memilki keluarga kecil sendiri sebagaimana yang telah diperbincang banyak orang untukku.
Hal ini terasa sekali setelah pulang mengahadiri pesta pernikahan kawan SMP. yaps, reunian kecilpun terjadi...dan mereka telah membawa keluarga kecil masing-masing. Dan anak-anaknya sudah menyebutku "tante" ahhhhhhh...panggilan yang masih asing bagiku. Tante??? karena memang tidak layak lagi dengan sebutan "kakak". semuanya mempertanyakan, "Yena kapan nyusul???" ah sudahlah...puncak galaupun muncul... Diperjalanan, air mata tak bisa lagi ku bendung. Usiaku sudah tua. Itulah kata yang ada di otakku yang menyebabkan aku insomnia pada malam harinya.
Tidak tau kenapa, pembicaraan teman-teman itu membatin dalam diriku. Semacam perkataan yang sangat menohok ke jantung. Apakah aku gak laku?? apakah memang aku sudah sangat telat untuk memutuskan suatu pernikahan?
Aku takut, sangat takut mungkin. Memutuskan berumah tangga itu. berbagai hal buruk mengahantui aku dari hari ke hari. Apkah aku sanggup berumah tangga?? apakah aku bisa menjadi tiang dalam rumah tanggaku nanti??? kekhawatiran yang tanpa alasan.
Kegalauanku menjadi-jadi, saat "beberpa orang" telah memperjelas tentang hal itu. Aku takut, aku pnegen menangis bahkan aku pengen memarahi diri sendiri. Kenapa begitu berat beban ini. Kenapa menjalani hidup dengan umur yang sudah seperempat abad ini sangatlah tidak mudah. Pikiran ini itu yang membuat aku ragu. Apakah pantas??? aku aku aku...ah sudahlah...kegalauan ku yang tak berlandas...
wahahahahaha..just enjoy your life sayang..santai moooooo..sa temani ko..wkwk
BalasHapusmakasi sokotq sayang
BalasHapus