Cerita Cinta

Yaps...lagi-lagi aku akan memblogkan tulisan yang dulu pernah aku ikutkan lomba. Cerita Naratif sederhana yang aku coba rangkai menjadi sebuah kisah cinta dan semoga bisa diambil hikmah dari setiap penuturannya. cekidottt



Cinta memang tak selamanya harus memiliki. Adakalanya cinta itu sebagai suatu lambang kesuksesan dalam raga seseorang, saat yang dicinta bahagia dengan yang lain. Rasa sedih, gembira, haru dan merasa kehilangan berkecamuk di dalam hati. Saat orang yang di sayang ingin memperjuangkan rasa cintanya dengan yang lain. Dan anehnya aku malah mendukung perjuangan itu dengan slalu memberi semangat. Walaupun aku tau, rasa di hati ini sangat sakit mendengar penuturannya. Oh… aku gagal memperoleh cintaku, tapi aku telah melepaskannya untuk memulai cinta yang baru dengan yang lain
Aku lelah,,, ingin rasanya aku berteriak, dan mengatakan KALO AKU MASIH SAYANG. Tapi memberinya semangat dan merelakannya untuk yang lain, itulah yang harus aku lakukan untuk saat ini. Aku gak mau, dia merasa bersalah atau ada beban perasaan lagi. Mungkin saja itu dikarenakan ada aku di kehidupannya. Aku telah mundur dari hidupnya, tapi aku juga gak mau dia menderita. Setelah kepergianku, yang hanya ingin ku dengar dari dia, BAHWA AKU TELAH BAHAGIA. bukan setiap saat mengeluh dan mengatakan kalo dia sakit. Aku pengen dia sehat dan tidak merasa sakit apa-apa setelah orang yang disayangnya dapat slalu bersamanya.
Aku rasanya saat itu tak peduli lagi dengan perasaanku dan air mataku yang telah mengucur begitu saja. Aku memberi dia semangat untuk menjemput cintanya dengan yang lain. Ku rela hancurin perasaan ku sendiri demi kebahagiaannya. Biarlah dia dengan yang lain, asalkan dia bahagia.
Aku harus bilang apa lagi, kalo dia harus merasa tertekan dengan kehadiranku dihatinya, aku gak mau jadi duri dalam hatinya. Biarlah aku yang pergi dengan perlahan dari hidupnya. Biarlah dia dengan cintanya yang baru, dan aku takkan muncul lagi di kehidupannya.
Tapi, yang jadi masalahnya, apakah aku masih sanggup bertahan hidup tanpa dia. Apakah aku masih sanggup saat cintanya untuk yang lain, sementara cintaku utuh untuk dia. Oh….polemik apakah namanya ini. Aku hampir tak mampu berpikir. Aku merasa jadi robot yang bernyawa. Sampai kapan aku harus merasa begini. Sampai kapan sakit yang aku rasa ini akan ada dihatiku. Apakah aku sanggup menahan ini semua. Dia gak boleh tau, kalo aku sangat mengharap dia di kehidupanku. Dia gak boleh tau, kalo aku sangat sayang dia. Biarlah dia dengan yang lain, dan menemukan kebahagiannya. Aku akan mencoba untuk ikhlas. Aku akan coba. Tapi apakah aku sanggup atau tidak, kita liat aja nanti.
Kepergiannya sangat melukai aku. Kepergiannya serasa untuk meninggal aku selamanya. Hanya pergi dari aku, itu saja yang ada dalam benak ini. Terlalu pendosakah aku, atau terlalu jahatkah aku karna gak pernah peka dengan perasannya di masa lalu? Aku tak mengerti, kalo dia juga pernah sayang ke aku di masa lalu. Sama seperti aku yang slalu mengharapkan ungkapan perasaannya untukku. Yang merasa kehilangan saat dia tak berada di ruang kelas, yang slalu perhatiin dia di saat jam pelajaran berlangsung, yang slalu pengen tau apakah dia suka aku atau tidak. Oh,,aku sudah lama ingin mencintainya. Tapi aku takut untuk memulai, aku takut kecewa karna siapa tau memang sifatnya seperti itu pada semua orang. Andai dia tau, kalo rasa ini sudah lama aku pendam sendiri. Andai dia tau kalo aku selalu berharap ada dia untuk ku. Kenapa dia gak pernah bilang, kalo dia juga pernah sayang sama aku di masa itu???
Mungkin inilah yang dinamakan cinta, sangat manis ketika bahagia dan sangat perih jika terluka. Aku gak tau meski lakuin apa. Yang jelas aku kehilangan cahaya hidupku. Aku tak mau berlarut-larut dalam perasaan yang seperti ini. Tapi apa daya, aku tak kuasa untuk menahan bendungan air mata. Aku sayang dia, itulah hal yang slalu ingin kusampaikan pada dunia. Tapi apa?? Dunia tak mengubrisnya, hanya mengasih kabar buruk, kalo orang yang kusayang menyayangi yang lain. Aku capek.
Hal bodoh yang pengen ku lakukan adalah, mengakhiri hidupku karna aku telah gagal dengan cintaku. Tapi aku gak mau melukis kesedihan baru untuknya dan untuk orang-orang yang masih menyayangiku. Aku mohon petunjukmu Ya Allah. Jangan biarkan hamba menjadi orang yang sesat. Tuntunlah hamba Ya Allah. Yakinkan hamba kalo dia bukan untuk ku.
Oh,,,air mata, berentilah keluar. Jangan mengucur begitu saja. Aku tak mau dia melihat aku bersedih. Aku khawatir dia gak sanggup melihat aku menangis. Oh…jangan-jangan itu cuman harapanku saja untuk dia. Siapa tau dia gak kan pernah peduli dengan apa yang terjadi dalam hidupku. Betapa bodohnya aku. Mengapa aku harus slalu mengharap perhatiannya untukku. Bukankah sudah ada yang lain dihatinya. Oh,,,maafkan aku yang masih belum bisa melupakannya.

Bayangnya slalu ada bersamaku. Di setiap detak jantungku, mungkin hanya ada dia. Oh,,,jangan biarkan aku bersama rasa yang sesat ini. Tunjukkanlah aku rasa cinta yang wajar. Walaupun aku masih sayang dia dan ingin mengarungi sisa hidupku bersamanya. Tapi itu gak akan mungkin. Karna dia telah bersama yang lain. Biarlah aku tetap begini. Dengan rasa yang ku punya sendiri. Biarlah,,,aku akan mencoba ihklas melepasnya, asalkan dia bahagia dengan cintanya yang baru.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekilas balik tentang KaJAI

Muak!!

Cerita di Penghujung 2017