Selepas Kau Pergi



Saatku terjaga di ambang lukaku
Kubunuh manja dalam rayuan tangis yang memilukan kepedihan
Oleh irisan sikap dinginmu

Seribu bahasa diamnya suaraku
Sejuta Tanya memang tak ada jawabnya
Hingga ku letih memaksa diri, mengingat sgala yang terluka
Mungkin memang tak perlu sedan menghadapi angkuhmu, egomu dan
Memang berat yang kau beri untuk dapat terpikul oleh hati dan jiwaku
Yang pernah kau tempati

Tapi apakah aku harus bertahan dengan gelisahku sendiri??? 
 Segala bongkahan kesedihan telah sengaja kau singgahkan
Hinggaku terjebak dan tak mampu beranjak pergi
Sampai akhirnya ku bertanya
Sampai kapan aku menyiksa diri dan membiarkan sakit ini, utuh menjalari diri???
Dan akupun bertanya lagi
Hey, mengapa aku mempertaruhkan masa depanku
Untuk mengenang pria sepertimu???
Sementara di luar sana masih banyak yang lebih baik darimu  

Sepertinya memang tak seharusnya kita bersama 
Karena selepas kau pergi, akhirnya ku sadar
Kau memang bukan yang terbaik
Yang pantas mendampingi dan memiliki aku seutuhnya
Tapi nanti selepas semuanya berlalu
Dan terhapus oleh waktu
Kau akan menyesal
Telah membiarkanku melupakanmu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekilas balik tentang KaJAI

Muak!!

Cerita di Penghujung 2017